Kamis, 09 Januari 2014

Lombok Menohok

Siapa sih yang ga suka liburan? Kayanya hamper semua orang suka liburan, termasuk gue, soalnya gue kan orang bukan batu, walaupun banyak yang bilang gue keras sih (curcol). Kali ini gue bakal ceritain gimana serunya liburan ke Lombok.

Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa, penduduknya sebagian besar menganut agama islam. Nah Lombok punya bahasa daerah yang namanya bahasa sasak.

Tepat 1 hari setelah bokap gue ulang tahun dan 1 hari sebelum nyokap gue ulang tahun, gue berangkat ke Lombok di tanggal 27 Desember 2013.  Waktu itu diminta kumpul di bandara jam 03.00 dini hari, memang itu terlalu pagi atau mungkin biar ga mainstream, jadi sekalian aja jam 3 pagi, tentu tidak. Karena pesawat untuk berangkat ke Lombok adalah jam 5 pagi WIB.

Setelah 2 jam perjalanan melalui jalur udara ( ya kaleee deh lewat jalur cepat, emangnya calo buat bikin paspor) akhirnya tiba di Lombok International Airport, bandaranya woooooooooooooooooooow … biasa aja. Ya maklum lah, namanya juga di daerah, yakaaan. Dan akhirnya dikasih tau, apa yang akan dilakukan selama di Lombok, singkatnya hari pertama ke pantai, hari kedua ke gunung, dan hari ketiga ke laut.

DAY 1 SANTAI DI PANTAI (ßbaca pake suara doraemon ya)

“Halo nama saya Dwi, saya akan menemani perjalanan mas dan mbak semua selama di Lombok, Lombok bla..bla..bla..” kalimat yang gue dengar pas masuk mobil dari seorang local guide bernama Dwi, dan suara dari mbak Dwi ini terus berlanjut meninabobokan seluruh isi mobil, karena maklum baru tidur di pesawat 2 jam. Nah setelah kurang lebih 2 setengah jam perjalanan naek mobil, sampailah di Gili Nanggu. Pasirnya putih, airnya jernih, lautnya biru, lengkap dengan pemandangan bukit dan Gunung Rinjani dari kejauhan, rasanya langsung pengen bikin santai kaya di pantai kalo kata orang, tapi kebetulan gue udah di pantai, ya pastinya udah santai. Lalu naeklah ke perahu kayu yang tidak kecil tidak besar tapi yang sedang-sedang saja (awas jangan nyanyi) selama kurang lebih 17 menit, sampailah di sebuah pulau namanya Gili Tangkong, disana sudah tersedia makan siang ikan bakar dan kelapa muda. Setelah perut terisi, akhirnya baju pun dilepas dan bersantai di pantai di mulai hingga beberapa jam kemudian. Mataharinya pas, panas panas menggemaskan (apasih?!), pokoknya di hari pertama di Lombok, dihabiskan di pantai. Seru! Menjelang sore diingatkan bahwa harus kembali ke hotel, singkat cerita gue dan rombongan menuju hotel Hotel Jayakarta Lombok di daerah pantai senggigi (http://lombok.jayakartahotelsresorts.com). Setelah check in dan bersih-bersih, saatnya makan malam di Pondok lesehan ayam taliwang Irama, menu utamanya adalah ayam dan ikan bakar taliwang, dan ada juga plecing kangkung, enaaaaaak banget rasanya, bikin lidah menari dan perut berdendang (dangdut amat yak). Kenyaaaaang! Saatnya istirahat dan meletakan kepala di bantal dan meringkuk di balik selimut sambil menyiapkan tenaga untuk mengexplore Lombok di hari kedua.
DAY 2 MENDAKI GUNUNG LEWATI LEMBAH

Alarm dari Samsung S4Zoom gue pun bunyi di jam 06.00 WITA, saatnya bangun sarapan dan berangkat. Hari ini rencananya adalah mengunjungi daerah kaki Gunung Rinjani yang merupakan Gunung tertinggi ketiga di Indonesia dengan ketinggian 3.600m dari atas permukaan air laut, yang terdapat Hutan Monyet Pusuk dan Air terjun Sendang Gile plus Air Terjun Tiu Kelep juga Mesjid tertua di Lombok. Pemberhentian pertama adalah di Hutan Monyet Pusuk. pertanyaan pertama yg gue lontarkan adalah “Apakah monyetnya usil seperti monyet di Bali?” Ternyata tidak, monyet yang ada disini sangat bersahabat, bahkan memberi makan monyet duduk di sampingnya pun gapapa banget. Karena monyetnya bersahabat, akhirnya gue berkesempatan untuk bias foto sambil ngasih makan monyetnya (bangga). Oh iya, dari lokasi ini, kita juga bias liat pemandangan yang indah banget, percampuran gunung dan laut, Gili Air keliatan dari atas sini. Setelah puas berfoto dan memberi makan warga hutan ini, perjalanan pun dilanjutkan menuju lokasi selanjutnya yaitu Air terjun Sendang Gile. Sebenarnya ada 3 Air Terjun yang bisa dikunjungi, namun hanya 2 yang terjangkau, karena lokasi air terjun ketiga harus ditempuh dengan 5 jam perjalanan jalan kaki. Sesampainya di lokasi air terjun ternyata harus berjalan kaki lagi turun melewati 343 anak tangga menuju Air Terjun Sendang Gile. Dinamakan air terjun Sendang Gile karena dalam bahasa sasak Sendang artinya tinggi dan gile artinya gila, jadi ini dinamakan Sendang gile karena air terjun ini sangat tinggi. Perjalanan pun dilanjutkan ke lokasi air terjun selanjutnya dengan kurang lebih 19 menit berjalan kaki melewati jalan setapak dan sungai kecil dari Sendang Gile. Air terjun kedua ini namanya Air Terjun Tiu Kelep, ada juga artinya lho, dalam bahasa sasak tiu artinya kolam dan kelep artinya terbang, jadi siapapun yang berdiri di sekitar air terjun ini akan basah, karena air berterbangan dari kolam ini. Airnya dingin banget dan menyegarkan, capek jalan kaki semua terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa ini. Setelah puas menikmati air terjun dan berbasah-basahan dengan air yang super dingin dan jernih itu, akhirnya harus kembali makan siang dan bergegas ke lokasi selanjutnya. Lokasi berikutnya adalah masjid tertua yang ada di Lombok yang dibangun sejak tahun 1534, konon katanta yang mendirikan masjid ini salah satunya adalah sunan ampel, tapi yang masih asli di masjid ini hanya bedug dan tiang penyangga masjidnya. Setelah itu lanjut balik ke hotel, dan makan malam di pinggir pantai, BBQan, seruuuuu banget pokoknya, dan harus kembali ke kamar untuk perjalanan terakhir di hari ketiga.

DAY 3 SNORKELING BARENG PENYU DI GILI MENO DAN KE DESA SADE

Bangun pagi dengan perasaan yang baru dan energi yang baru, karena dari hotel ke lokasi snorkeling sekitar 1 jam, maka breakfast dibungkus, dan sekalian check out, karena agenda hari terkahir ini langsung ditutup oleh perjalanan kembali ke Jakarta di sore hari, maka sekalian checkout deh. Sesampainya di tempat snorkeling, mata terbelalak, baju langsung ingin dilucuti dan loncat setelah menggunakan perlengkapan snorkeling. Eh bener aja, wisata bawah laut ini, indah banget, da nada PENYU berenang bareng, asik bgt, saying ga bisa tercapture oleh kamera, namun arus airnya kenceng gila, jadi agak susah untuk free dive ke bawah, tapi walau demikian tetep ga mengganggu kesenengan gue untuk berenang bersama ikan warna warni dan liat biota laut yang indah banget. Seselesainya snorkeling, langsung menuju ke tempat makan siang, enak banget makan di pinggir sawah, makanan khas Lombok seafood dan plecing kangkung pastinya. Setelah kenyang, lanjut ke lokasi oleh-oleh, dari mutiara laut, dodol rumput laut, sampe dendeng rusa, semua ada. Perut kenyang, oleh oleh ditangan, saatnya tidur, eh bukaaaan, tapi mengunjungi Desa adat Sade, jadi disini bisa liat langsung pertunjukan seni mereka, rumah adat yang lantainya terbuat dari tanah liat dan di pel menggunakan kotoran kerbau, sampai penduduknya yang rata rata petani dan pembuat tenun, seruuuuu banget. Dan akhirnya harus kembali ke airport dan kembali ke Jakarta.


Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan, banyak cerita baru, teman baru, pengalaman baru dan pastinya experience yang sangat asik untuk mencoba mengexplore Lombok dengan menggunakan Samsung s4 Zoom, smart mode cameranya sangat melengkapi liburan sambil mengcapture moment yang seru dan memorable. Terima kasih Samsung. Mau info lengkap, search aja hashtag #S4ZoomNMini di twitter atau instagram, eh video liburannya juga lengkap di youtube channelnya @Samsung_id

Selamat Jalan-Jalan, semoga kita berpapasan.




Cheers,




Febrian
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar