Tampilkan postingan dengan label my journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my journey. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2025

Uzbekistan: Kirain Cuma Gurun & Unta, Ternyata Ada Salju & Kereta Cepat!

 Jujur aja, pas denger kata "Uzbekistan", apa yang ada di kepala lo? Gurun pasir? Unta? Aladdin? Sama, gue juga gitu awalnya. Gue pikir bakal panas-panasan ala film Prince of Persia. Tapi ternyata, negara ini adalah plot twist terbesar gue tahun ini. Alih-alih ketemu gurun gersang, gue malah disambut angin musim dingin yang bikin gigi gemeletuk, pegunungan salju yang megah, dan kota yang rapi banget. Gue datang buat nyari jejak sejarah, eh pulangnya malah jatuh cinta sama vibe-nya yang chill tapi magical.

Jurus "Fly-Thru" Anti Ribet

Perjalanan ke negara pecahan Soviet ini kedengarannya kayak misi yang ribet, kan? Padahal aslinya santuy banget. Gue terbang bareng AirAsia lewat Kuala Lumpur. Nah, kuncinya ada di fitur Fly-Thru. Ini ibarat cheat code buat travelerBayangin, bagasi gue langsung diurus sampai tujuan akhir. Gue nggak perlu lari-larian ambil koper terus check-in ulang di KL. Cukup bawa badan, paspor, sama perut yang siap diisi. Ngomongin perut, momen makan Santan meal, si legendaris Nasi Lemak Pak Nasser, di ketinggian 30.000 kaki itu rasanya beda. Makan nasi lemak sambil ngebayangin Jalur Sutra itu sensasi fusion yang unik. Duduknya juga di Hot Seat, jadi kaki gue yang panjang ini (anggap aja gitu ya) bisa selonjoran enak. Penting banget nih buat nyiapin tenaga sebelum explore negara orang.




Samarkand: Definisi "No Filter Needed"

Mendarat di Tashkent, kita nggak lama-lama. Besoknya langsung gas ke Samarkand naik kereta cepat Afrosiyob. Iya, lo nggak salah baca. Uzbekistan punya kereta cepat yang on time banget, bikin kereta yang sering telat di negara konoha jadi kelihatan cupu.




Begitu sampai di Registan Square, rahang gue reflek jatuh. Gila, ini bangunan apa lukisan? Tiga madrasah raksasa dengan keramik biru turquoise yang detailnya nggak masuk akal. Gue curiga arsitek zaman dulu punya OCD, soalnya simetris dan rapi banget! Mau difoto pake kamera HP kentang pun hasilnya bakal tetap bagus. Di sini, lo diem aja udah estetik.



Kita juga mampir ke Shah-i-Zinda, kompleks makam yang lorongnya biru semua. Rasanya kayak masuk ke feedInstagram selebgram yang temanya blue aesthetic. Tapi di balik keindahannya, tempat ini tenang banget. Bikin adem hati, walau dompet mulai panas liat kerajinan tangan di Siyob Farmers Market. Roti lepeshka di sana gede-gede banget, bisa buat bantal tidur kalau kepepet.





Oh iya, kita juga ke Konigil Village. Di sini gue liat pembuatan kertas tradisional yang prosesnya lamaaa banget. Beneran mengajarkan kesabaran, beda banget sama kita yang dikit-dikit refresh halaman tracking paket.






Amirsoy: Salju di Tengah Asia? Seriusan?

Ini dia plot twist-nya. Hari keempat, kita cabut ke Bostonliq buat main ke Amirsoy Ski Resort. Siapa sangka negara yang gue kira isinya cuma pasir ini punya resor ski kelas dunia? Naik gondola ke puncak gunung Tian Shan, pemandangannya putih semua ketutup salju. Gue liat bocil-bocil lokal jago banget main ski, sementara gue jalan di salju aja masih takut kepleset. Tapi seru parah! Dinginnya udara gunung ketemu hangatnya suasana di sana bikin gue sadar: Uzbekistan itu paket komplit. Mau sejarah ada, mau alam juga juara.





Tashkent: Penutup yang Bikin 'Sadar'

Sebelum pulang, kita keliling ibu kota Tashkent. Kota ini rapi, bersih, dan vibe-nya campuran antara modern sama klasik. Tapi momen puncaknya ada di Khazrati Imam ComplexDi sini tersimpan Al-Qur'an Mushaf Utsmani yang super tua. Liat naskah asli di depan mata itu rasanya, speechless. Ada aura sakral yang bikin bulu kuduk merinding (dalam artian positif). Di tengah hiruk pikuk perjalanan, tempat ini ngasih jeda buat napas dan refleksi diri. Bahwa perjalanan jauh itu bukan cuma buat pamer di story, tapi buat ngisi jiwa.



Kesimpulan: Kapan Lo Nyusul?

Gue balik dari Uzbekistan dengan koper penuh oleh-oleh dan hati yang penuh cerita. Gue belajar kalau keindahan itu kadang ada di tempat yang nggak kita duga. Dan buat lo (terutama cewek-cewek) yang ragu mau ke sini sendirian: Don't worry! Aman banget. Orang sini ramah-ramah, paling cuma ngeliatin lo karena penasaran aja.


Jadi, daripada bengong nungguin cuti tahun depan, mending mulai cek tiket AirAsia sekarang. Uzbekistan itu nyata, dan jauh lebih keren dari sekadar cerita 1001 malam. Yuk, berangkat!



Kamis, 27 November 2025

Di Antara Karang yang Tumbuh dan Anak-Anak yang Bermimpi: Cerita dari Pulau Obi

Ada perjalanan yang tujuannya bukan buat mencari tempat baru, tapi buat nemuin diri sendiri dengan cara yang sederhana. Buat gue, Pulau Obi di Halmahera Selatan jadi salah satunya. Datang tanpa ekspektasi, gue pulang dengan rasa yang susah dijelaskan, kecuali lewat cerita. Obi pelan-pelan membuka dirinya lewat laut yang jernih, desa-desa yang tulus, anak-anak dengan mimpi besar, dan momen-momen kecil yang bikin gue berhenti sejenak lalu bilang dalam hati, Indonesia sebesar dan seindah ini ya.

Kadang, tempat paling indah itu justru yang jarang dibahas orang. Pulau Obi jadi salah satu kejutan terbesar buat gue tahun ini. Bukan cuma soal pemandangan yang cakep, tapi juga tentang lautnya yang masih sehat, orang-orangnya yang hangat, dan energi positif yang gue bawa pulang. Perjalanan ini rasanya bukan liburan, tapi perjalanan hati.

Begitu sampai, suasana Obi langsung beda. Gak ada hiruk pikuk kota, gak ada hidup yang serba buru-buru. Yang ada cuma laut luas, bukit hijau, angin yang nyapu pelan, dan sambutan warga yang tulus. Setiap kali gue jalan keluar, rasanya punya ruang lebih buat bener-bener ngeliat sekitar. Ombaknya tenang, vibe-nya adem, dan semuanya terasa apa adanya. Obi gak berusaha jadi cantik karena dia memang dasarnya udah cantik.

Di Desa Soligi, gue langsung ngerasain ritme hidup yang nyatu sama alam. Warganya hidup sederhana, hangat, dan penuh rasa syukur. Sebagian besar dari mereka adalah nelayan, dan dari mereka gue belajar satu hal penting. Laut itu bukan tempat kerja doang, tapi rumah. Cara mereka ngejaga laut keliatan dari hasil tangkapannya. Ikan-ikan yang dibawa pulang segar semua, tanda kalau laut Obi masih sehat dan cara mereka mengambil ikan tetap bertanggung jawab. Dari Soligi gue ngerti bahwa sustainability bukan konsep, tapi budaya.

Sebagai seorang diver, gue paling penasaran dengan dunia bawah laut Obi. Visibilitasnya jernih banget, terumbu karangnya hidup dan warnanya kuat. Banyak spot yang masih terasa untouched, kayak halaman buku alam yang belum pernah diganggu. Selain diving, gue juga ikut kegiatan restorasi coral di sini. Kita nanam fragmen coral, nempelinnya satu per satu. Prosesnya simple, tapi ngeliat coral kecil nempel di rak restorasi bikin gue ngerasa ikut ambil bagian dalam masa depan bawah laut Obi. Langkah kecil, tapi punya arti besar.

Obi sendiri bukan sekadar pulau cantik. Ini bagian penting dari jantung biru Indonesia Timur, salah satu wilayah laut paling berharga di negeri ini. Obi punya terumbu karang yang sehat, perairan kaya biota, dan potensi besar untuk konservasi serta riset kelautan. Bahkan, laut Obi dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati yang menakjubkan, mulai dari Hiu Macan hingga Ikan Napoleon yang dilindungi. Menyadari potensi dan kerentanan ekosistem ini, berbagai inisiatif konservasi digalakkan. Salah satunya adalah upaya yang dilakukan oleh Harita Nickel melalui program berkelanjutan untuk menjaga laut Obi yang kaya terumbu karang dan ikan, sejalan dengan visi warga lokal untuk merawat rumah mereka. Kalau Obi terjaga, Indonesia juga ikut kuat. Laut yang sehat berarti ketahanan pangan, coral yang tumbuh berarti ekosistem yang stabil, dan generasi mudanya adalah masa depan yang bisa mengubah banyak hal.

Perjalanan ini juga ngenalin gue sama Desa Kawasi, tempat gue ketemu anak-anak dengan mimpi yang jernih dan besar. Mereka cerita dengan mata berbinar tentang cita-cita jadi dokter, pelaut, guru, atau insinyur. Yang bikin hati gue hangat, mereka pengen balik lagi ke Obi setelah sekolah buat bangun kampung mereka sendiri. Di tempat yang jauh dari kota, mimpi mereka justru terasa lebih jujur dan lebih kuat. Dari mereka gue sadar, masa depan Obi gak cuma ada di alamnya, tapi juga di anak-anaknya.

Dari setiap langkah di pasir Obi, setiap percakapan singkat di desa, sampai gerakan kecil menanam coral di bawah air, gue merasa kayak lagi diajak memahami sesuatu. Bahwa jagain Indonesia itu gak selalu lewat hal besar. Kadang lewat hadir, lewat dengerin cerita, lewat tangan kecil yang nanam coral, atau lewat anak-anak desa yang belajar dengan semangat luar biasa.

Gue pergi dari Obi dengan perasaan yang sama kayak coral kecil yang baru ditempel di rak restorasi. Masih muda, tapi punya harapan panjang. Semoga suatu hari nanti gue bisa balik dan lihat semuanya tumbuh lebih kuat. Obi ngasih gue banyak hal yang gak bisa dibeli. Dan rasanya sekarang, waktunya kita ikut ngasih balik.




















Minggu, 04 Oktober 2020

Mau ke Lombok? Bisa kemana aja ya?


Hai pemirsa dimana pun kalian berada, as I promised to you guys, gue akan reveal kemanakah gue pergi kemaren itu. Terima kasih ya udah ikutan menjawab teka-teki yang lumayan menghibur, bahkan sangat menghibur sih, makasih banget. Energi kalian bener-bener luar biasa. Jadi sebenernya beberapa dari lo ada yang bener jawabnya. Tapi gue diemin aja dulu biar lo bisa baca tulisan ini. Kemaren gue 3 hari 2 malem ke satu kota di daerah rahasia, ga deng. HAHAHA. Gue ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dan perjalanan kali ini thanks to Agoda.com.  Sebelum share pengalaman gue kemaren, gue ga bosen-bosennya buat ingetin lo untuk selalu ikutin protokol kesehatan, jaga kebersihan, pake masker, cuci tangan, dan semua pengamanan yang diperlukan jika lo bepergian.


Cocok juga ya pake baju asli sini.


Jadi gue tuh kemaren ke Lombok dan nginep di daerah Senggigi, di sebuah tempat indah bernama Qunci Villas. Dari sana, gue menjelajahi lokasi-lokasi favorit dan destinasi baru di sekitar Lombok, menikmati sajian kuliner setempat, dan menyelami keunikan budaya Lombok. Penginapan ini terletak di tepi pantai, punya vila 1 hingga 3 kamar tidur, pilihan akomodasi yang bagus untuk pasangan, teman atau keluarga yang traveling bareng. Gue beruntung kemarin mendapat kamar ocean view yang ternyata sangat bagus viewnya. Enaknya lagi, lo bisa pesan penginapan seperti ini melalui Agodadan dapatin harga khusus melalui kampanye GoLocaldi mana ribuan hotel dan mitra Agoda Homes di seluruh Indonesia berbagi penawaran menarik dan diskon hingga 25% untuk kalian yang ingin memulai perjalanan lagi dan menjelajahi negara indah ini.


Kamarnya bagus deh nyaman.



Nah, gue mau kasih tau nih kemana aja sih gue kemaren selama GoLocal dan kasi tau ke lo hidden treasure di Lombok, siapa tau lo juga berencana ke Lombok nanti kalo udah bisa traveling dengan aman lagi.


  • Desa Sukarara dan Desa Sade

Menurut gue, wajib banget ngunjungin tempat ini yang sarat sama budaya dan tradisi, jadi kita bisa kenal Lombok lebih jauh lagi. Di Sukarara dan Sade, lo bisa liat rumah adat asli Lombok, penduduk setempat yang merupakan penenun kain, juga bisa beli oleh-oleh. Bisa buat orang tersayang. Ga harus pacar kok, kan belum punya. Seru sih, cobain deh.


Bagus deh view nya dari atas sini.


  • Pantai Seger

Oh, yes. Selain pantainya yang sangat indah, tempat ini sangat menakjubkan, hanya 20 menit berkendara dari Desa Sade. Bagi yang menyukai alam dan budaya, Pantai Seger sangat menarik karena ada legenda putri yang menjadi patung di sini. Legenda Puteri Mandalika dan cacing laut atau yang disebut nyale oleh penduduk setempat. Jadi, katanya dulu Puteri Mandalika ini jadi rebutan pemuda-pemuda sampe hampir terjadi peperangan. Supaya ga ribut, dia kabur ke laut dan berubah jadi nyale agar daerah ini tetap damai. Wah gila juga ya, kecantikannya mungkin memang secantik pantai seger ini. Unik!


Cakep ya


  • Bukit Merese

Lokasi ini bener-bener 360° bagus, pemirsa! 

Depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah sedap dipandang, tempat yang jadi favorit buat nikmatin sunset ini. Luas banget dan gue ga pernah bosen buat kesini, apalagi pas sunset.  Ya Tuhan, indah banget. Pemandangan bukit, laut, pantai, sama sunset semua bersatu menjadi sebuah sajian yang bener-bener ngemanjain mata banget. Tapi ati2 ya sama barang bawaan, soalnya banyak monyet-monyet usil. Mending diusilin si dia daripada ama monyet di Bukit Merese, LOL.


Sunset disini memang tiada duanya.


Bukit Merese dari drone view.
  • Air terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile

Ga lengkap rasanya kalo ke Lombok tapi ga ngunjungin air terjun, terutama jika lo suka banget hiking dan adventure. Ada beberapa air terjun di Lombok, tapi favorit gue adalah Tiu kelep dan Sendang Gile. Dua air terjun ini ada di daerah Senaru dan trekking-nya sejalan gitu, ya mungkin sekitar 30 menitan untuk turun ke air terjun. Walaupun masih recovery pasca gempa bumi beberapa saat lalu, tapi keindahannya ga pudar, masih bikin mata terbelalak. Siapin alas kaki sama outfit yang nyaman buat trekking ya, banyak tangga dan jalanan cukup terjal buat yang jarang trekking. Gue bisa bilang tempat ini majestic, kaya kalo liat kamu depan aku persis. Duileh.


Indah ya, air terjun Tiu Kelep ini.

Kalo yang ini Air Terjun Sendang Gile


Kalo makanannya, apa aja ya yang bisa dicobain di Lombok? 

Sebenernya banyak, cuma gue kasih tau top 3 favorit gue ya: Ayam Taliwang, Babalung dan Sate Rembiga. Wajib dicoba ya kalo pas ke Lombok. Enak banget, gue aja pasti nambah. Haha.

Ayam Taliwang ini enak banget deh, sedap!

Tempat-tempat yang gue datengin di Lombok ini bisa jadi pilihan saat lo kesini juga. Supaya ga repot bisa langsung pesen melalui Agoda.com/GoLocal. Pesen lewat Agoda  juga ga ribet, interface Agoda is user friendly. Pilihan buat bayarnya pun banyak bisa lewat ATM, transfer online, hingga OTC seperti Indomaret dan Alfamart. Ada juga metode yang hassle free yaitu dengan "pay at the hotels" jadi lo pesen terus bayar pas nyampe hotelnya. Mudah bukan? Aha! Oh iya, lo bisa menelusuri aplikasi Agoda atau Agoda.com pake bahasa Indonesia dan pake rupiah. Jadi gampang, uhuy!


Kalau butuh ide kegiatan apa yang bisa dilakukan di Lombok, cek tur dan pilihan aktivitas di Agoda Things To Do disini. Cuma tinggal klik, bayar, dan lo dah bisa berangkat dan menikmat semuanya tanpa mikir ini itu lagi, yakan. Gue berharap semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menginspirasi, sedikit ngobatin rasa kangen untuk menjelajahi daerah sekitar, mengenal Indonesia dan keindahan yang ada, terutama di Lombok. Sampai jumpa di cerita selanjutnya ya, sehat selalu buat kita semua. 


Selamat jalan-jalan, semoga kita berpapasan!


Cheers, 



Febrian

Jumat, 11 September 2020

Traveling di Era New Normal, apa sih yang harus disiapin?

Setelah beberapa bulan di rumah aja, akhirnya gue pergi lagi, kemaren pertama pergi itu sekitar 1 bulanan lalu deh kayanya kalo ga salah. Was-was? tentunya. Cuma ya gimana dong pemirsa, gue berapa bulan ga ada pemasukan sama sekali jadi pas ada kerjaan yang bisa menghasilkan, masa ga gue ambil sih, ade gue kuliah, kosan dia, makan gue, perlu duit, hehe. Jadi tolong orang di luar sana yang nyuruh di rumah aja dan udah kaya raya, jangan egois, pikirin juga orang yang kalo di rumah aja ga punya pemasukan dan harus kerja keluar, jadi jangan marah ya. Kalo bisa di rumah aja dan ga harus kerja keluar rumah ya Puji Tuhan, tapi yang harus kerja keluar di era sulit ini, tolong selalu hati-hati dan ikuti protokol kesehatan selalu, tanggung jawab sama diri sendiri dan semua orang. Ok? sip.





Ya masuklah kepada tata cara terbang di era new normal ini (masih domestik ya) yang harus disiapkan adalah: 


  1. Surat hasil rapid test / PCR yang masih berlaku 14 hari setelah test (bisa digunakan berapa kali terbang aja sebenernya) tapi saran gue sih lebih baik rapid / pcr pas berangkat dan pulang supaya aman apalagi kalo lo tinggal sama orang lain di rumah yah. Paling akurat ya SWAB, duh mahal ya, emang. Tapi ya biar aman dong pemirsa.
  2. Download lah aplikasi eHAC (walaupun sering error, kesel banget gue juga) jadi ini aplikasi yang dikeluarin sama Kementrian kesehatan buat ngedata kita dari mana kemana gitu, isi aja, pas udah keluar barcode, SCREENSHOT, supaya pas di bandara ga ribet ntr harus isi-isi ulang. Kalo ga bisa download ini harus isi kertas kuning, ribet mending pake apps udah diisi dari rumah dan ngurangin kontak sama orang dan benda lain.
  3. Siapin disinfectan, hand sanitizer, face shield, masker, tissue basah anti bacterial, uv light portable, apapun yang bikin lo selalu bersih.


Gue ga nyuruh lo buat bepergian ya, cuma gue share pengalaman aja yang pernah gue alamin beberapa waktu ini, pesen gue sih cuma tolong kalo ga perlu pergi, ga usah pergi. Beneran deh, kalo ga karena kerjaan gue pun akan diem di rumah kok. Kalo bisa di rumah aja, mending di rumah aja ya. Disclaimer ini peraturan yang berlaku sampe 11 September 2020 pas gue post tulisan ini ya, dan kota-kota yang selama ini gue udah kunjungi di masa pandemi ini dan menggunakan pesawat antara lain Bali dan Labuan bajo ya. Peraturan bisa aja berubah sewaktu-waktu, sesuai dengan perkembangan pandemi. 


Ada beberapa airlines yang udah gue coba selama pandemi, ada yang menjalankan peraturan pemerintah, antara lain mengosongkan bangku tengah dan kapasitas dalam pesawat hanya 60-70% saja, tapi masih ada yang bandel, ga perlu gue sebut nama airline-nya apa, lo juga bisa menerka-nerka, yang pasti saran gue jaga kesehatan dan ikuti protokol kesehatan selalu, jaga kebersihan, bertanggung jawab atas segala yang dilakukan, untuk diri sendiri, keluarga juga orang lain.


Eh akhir kata gue mau ingetin deh beberapa kali gue ngalamin liat orang yang lagi pake masker, pas bersin dan batuk malahan dibuka maskernya, terus apa gunanya pake masker bambang? Kesel gue. Tetep dipake ya, jangan ragu buat negur kalo ada yang gitu, bukan galak, tapi tegas. Mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat, sehat dan sadar selalu ya pemirsa.



Selamat dan sehat selalu dimanapun lo berada ya, Tuhan lindungi kita semua, dan semoga masa sulit ini segera selesai. Sabar-sabar ya! 


Cheers, 



Febrian


Sabtu, 01 Juni 2019

Naek Kapal Pesiar kaya yang di film Titanic, mewah!

Apa yang ada di benak lo pas gue bilang mewah? Mahal? Syahrini? Kerajaan? Cruise? Yes, cruise juga mewah. Kita lurusin dulu ya perihal arti kemewahan ini. Semua itu tergantung sudut pandang, kita ambil sudut pandang yang baik yah, kemewahan bisa diartiin kita nikmatin sesuatu dengan cara yang wah, gak negatif, cuma wah aja. Kalo lo punya pengertian sendiri silahkan, tapi sebelum baca tulisan gue lebih lanjut, kita samain dulu ya pemikiran kita.

Pas kapal lagi berlabuh di  Hue, Vietnam.

Cruise / Kapal pesiar yang kaya di film Titanic itu nyata atau fiktif? Nyata ternyata. Yes gue udah pernah naek cruise sebelumnya, tapi belum pernah naek Crystal Cruise. Apa bedanya ama yang lain? Cruise ini bintang 6, biasanya cruise itu bintang 5, ini setingkat di atas cruise kebanyakan, tapi ya ga mungkin bintang tujuh karena bukan puyer buat pereda sakit kepala pemirsa. Kemaren ini lo pasti liat kan, eh si Febrian ama temen bencongnya Cindy Karmoko (nanti disingkat jadi CK aja ya biar irit) naek cruise tuh dari Vietnam ke Hongkong. Banyak yang bilang "kenapa sih ga cinlok aja ama CK?" Jawabannya ga mungkin, CK ama gue udah kaya brother and sister, kaka ade, friendzone, apalah sebutannya terserah, tapi CK mau ama siapapun dan sebaliknya, we support each other.
CK dan es krimnya.
Teman saja kita, sambil ngeteh-ngeteh.

Disini gue bakalan bahas FAQ alias Frequently Asked Questions dari temen-temen semua di DM instagram, twitter atau kadang masih ada di benak, mau nanya tapi malu atau males karena takut ga dibales. Tenang jangan khawatir, jangan bimbang, jangan kecewa, gue bakal jawab rasa penasaran lo di tulisan ini, udah siap? ya harus siap, udah baca sampe sini masa belum siap, semacem pdkt udah ampir nembak terus dijawab : "AKU BELUM SIAP" sori kemana aja anda selama nge-date dan PDKT. Ah palingan udah ada orang baru tuh. (Bukan curhat, cuma pernah ngalamin aja). Kita mulai yah. 

1. Bosen gak sih berhari-hari naek cruise?

Pemirsa, kalo lo orangnya bosenan, misalnya ya baru pacaran sehari terus udah bosen, maaf ngelantur. Tentu ga bosen sama sekali, kenapa? Duh gimana mau bosen nih yah, lo bayangin gedung gede semacem mall, tapi jalan di laut. Nih dari mulai fasilitasnya ada kolam renang, jaccuzi, gym, jogging track, lapangan tenis, SPA, Salon, teater, banyak restoran pilihan, banyak kegiatan kaya kelas menari, ada casino juga. Tapi tenang biasanya sehari atau 2 hari sekali tuh dia bakal berhenti dan kita bisa turun, ada paket-paket yang udah disediain juga.
Pemandangan dari kapal pun tak kalah menarik.
Ada lapangan tenis pun.
Pas lagi turun kapal di Hue, Vietnam.
2. Crystal cruise tuh berapaan sih harganya, rutenya kemana aja?

Biasanya tuh rute Crystal cruise ini di Europe atau US, tapi setaun sekali dia bakalan maen-maen ke Asia, nih buat rute Asia yang sudah tersedia buat taun depan, cek aja dulu siapa tau cocok.


·          8 Nights, 15 February to 23 February, 2020 - Hong Kong/Hanoi/Da Nang/Ho Chi Minh City 

·          7 Nights, 23 February to 1 March, 2020 - Ho Chi Minh City/Ko Samui/Sihannoukville/ Singapore

·         8 Nights, 1 March to 9 March, 2020 - Singapore/Ko Samui/Bangkok/Sihannoukville/Ho Chi Minh City

·          7 Nights, 9 March to 16 March, 2020 - Ho Chi Minh City/Da Nang/Hanoi/Hong Kong

·          7 Nights, 16 March to 23 March, 2020 - Hong Kong/Taipei/Kagoshima/Tokyo

·         8 Nights, 23 March to 31 March, 2020 - Tokyo/Shanghai/Hong Kong

·         5 Nights, 31 March to 5 April, 2020 - Hong Kong/Danang/Ho Chi Minh City

·         8 Nights, 5 April to 13 April, 2020 - Ho Chi Minh City/Bangkok/Sihannoukville/Singapore 

Kalo cocok, langsung aja cari agen travel terdekat, kalo mau online bisa coba klik disini.
Di kapal ada liftnya, kebayang kan gedenya.

3. Kak di Crystal cruise kok bajunya rapih terus?

Yang serunya lagi karena ini kapal pesiar yang 6 star, jadi ada dresscode nya, yaitu harus berpakaian rapih, sesuai dengan tempat dan acaranya, kalo dinner ya black tie attire, kalo siang ya smart casual lah, seru sih kaya harus pake baju rapih setiap saat, well ya kecuali di kamar mandi ya, repot juga kalo iya sih.
ngeteh cakep, hehehe.
wearing H&M.
4. Makanannya enak gak?

Pemirsa, ga ada yang ga enak, percaya atau enggak, gue naek berat badannya 2-3 kg pas turun dari kapal. Pilihan restorannya banyak banget, dari yang asia, italian, brazilian sampe mediteranian, banyak deh, room service juga bisa kalo lagi mager, yasallam. Takut gendut? Tenang ada gym kok, cuma gue aja yang males, lol. Oh iya unlimited wine and champagne, dieeee.

cupcakes, anyone?

caviar my love.

cheers!

breakfast galore.

There is always a room for dessert.

kenyang gak? banget.

Pengalaman gue naek Crystal Cruise ini ga akan gue lupain sih, seru banget, cocok banget yang mau liburan sama keluarga, bulan madu atau bahkan sama temen sendiri. Buat yang ga suka long flight, ini bisa jadi pilihan juga buat lo. Yang mabok laut ga perlu khawatir karena kapalnya gede banget, jadi ya berasanya cuma goyang dikit (kecuali kalo lagi heboh banget ya, which is jarang banget terjadi). Semoga tulisan ini bisa sedikit banyak ngebantu lo yang lagi bingung mau kemana taun depan, langsung aja tentuin naek Crystal Cruise!

hehehe bahagia karena kamu.

Selamat jalan-jalan, semoga kita berpapasan!

Cheers, 


Febrian